1. Ibu Aini Bekasi (Rp. 3.000.000)
2. Ibu Meita Jatiwaringin (Rp. 500.000)
3. Ibu Kastin (1 toa dan kanopi)
4. Bapak Untung (2 sak semen)
5. Ibu Warisem ( 3set handle pintu, 3 set kran, terpal besar)
6. Ibu-ibu MT Syauqul jannah (Rp. 800.000)
7. Anis Nurul laili Mojokerto (Rp. 1.000.000)
8. Edwin Mara Jakarta ( Rp. 3.500.000)
9. Ibu Karniati (Rp.200.000)
VIDEO Kegiatan RA SYAUJAN
Sabtu, 03 Maret 2012
Jumat, 02 Maret 2012
PROPOSAL
Ayo Membangun Rumah di Surga dengan INVESTASI PEDULI PENDIDIKAN di RASYAUJAN
================================
Proposal
Nomor : 007/PAN-RAT “SYAUJAN”/II/2012
Lampiran : Satu bendel
Hal : Permohonan Sumbangan
Yang Terhormat
Bapak/Ibu/Sdr/i
Dermawan
Di
Tempat
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita sehingga pada saat ini kita masih dapat melaksanakan kegiatan dan aktifitas yang mudah-mudahan diridhoi oleh-Nya, Amin.
Para dermawan yang bahagia, kami Panitia pembangunan gedung Raudhotul ‘Athfal Terpadu SYAUJAN (RA TERPADU SYAUJAN) Pekayon – Jakarta Timur, dengan rasa rendah hati dan penuh rasa hormat mengharap keikhlasan para dermawan untuk menyisikan sebagaian rizki demi terwujudnya pembangunan gedung Raudhotul ‘Athfal Terpadu SYAUJAN (RA TERPADU SYAUJAN) Pekayon – Jakarta Timur. Bantuan berupa dana bisa ditransfer ke rek. BCA 1662600851 a.n eko zamroni. atau ke rek bank sesuai permintaan Bapak/Ibu /Saudara/i. insya Allah kami akan memenuihinya.
Demikian proposal ini kami buat, atas bantuan serta partisipasi para dermawan kami ucapkan terima kasih.
Billahi Fii Sabililhaq Fastabiqul Khairat
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Jakarta, 07 Februari 2010 M
14 Rabiul awal 1433 H
PANITIA PEMBANGUNAN
RAUDHOTUL ‘ATHFAL SYAUJAN
Ketua Sekretaris
Eko Zamroni,S.pdI Lenda Lestari, S.pd
PROPOSAL PEMBANGUNAN
RA TERPADU SYAUJAN
Segala puji bagi Allah, kami memujiNya, memohon pertolongan dan ampunanNya. Kita berlindung kepada Allah dari seluruh kejelekan dan keburukan amal-amal kami. Siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang sanggup menyesatkannya dan siapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang sanggup menyelamatkannya. Saya bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya. Amma ba’du:
A. LANDASAN
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :
وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَاماً
“Dan orang-orang yang beriman berkata : “ Wahai Tuhan kami, karuniakanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa” QS. Al-Furqon [25]: 74.
وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُواْ مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافاً خَافُواْ عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللّهَ وَلْيَقُولُواْ قَوْلاً سَدِيداً
“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar” QS. An-Nisaa’ [4]: 9.
B. LATAR BELAKANG
Anak yang berbakti kepada orang tua dan memiliki kemampuan baik diniyah (agama) maupun duniawi adalah harapan setiap orang tua kaum muslimin. Tentu untuk mendapatkan yang demikian tidaklah mudah, akan tetapi harus diusahakan dengan sungguh-sungguh disertai dengan permohonan kepada Allah SWT.
Harapan untuk mendapatkan anak yang memiliki sifat ideal ini hampir-hampir sulit diraih oleh kaum muslimin. Hal ini dikarenakan terdapat banyak hambatan, baik dari dalam maupun dari luar.
Hambatan yang berasal dari luar di antaranya adalah lingkungan yang tidak kondusif. Sebegitu ketatnya orang tua mengontrol anak apabila dia tidak memperhatikan lingkungannya maka tidak akan berarti apa-apa. Begitu banyak hal yang merusak kepribadian anak seperti tayangan TV, media elektronik dan cetak secara umum adalah di antara contohnya. Seorang anak yang selamat dari TV ketika dia membuka internet misalnya dia dapatkan hal yang buruk demikian pula ketika dia membuka majalah. Nas alullaha As-Salamah (kita memohon keselamatan kepada Allah).
Hambatan lain adalah biaya pendidikan secara umum yang kurang terjangkau oleh kalangan menengah ke bawah. Tidak dipungkiri bahwa untuk mendapatkan kualitas yang baik tentu memerlukan biaya yang besar. Hanya saja kalau semakin lama biaya pendidikan semakin tidak terjangkau oleh masyarakat tentu akan menimbulkan hal yang tidak baik dan akan terbukti kebenaran perkataan orang “Orang miskin dilarang sekolah”.
Oleh sebab itu perlu adanya pemikiran dan niat yang lurus untuk menyelesaikan masalah ini. Untuk masalah yang pertama yaitu situasi lingkungan yang banyak merusak maka di antara yang patut diperhatikan adalah membekali anak dengan tameng yang kuat. Yang dimaksud adalah aqidah Islam yang kuat dan akhlaq karimah / mulia. Harapannya adalah dengan sedini mungkin anak dibekali dengan hal ini maka mereka insya Allah masih dalam kondisi fitrah yang murni sehingga dalam menghadapi kerusakan-kerusakan lingkungan mereka sudah memiliki filter yang bisa melindunginya. inilah yang disebut kepribadian Islam.
Usia dini ( 4 sd. 6 tahun) merupakan usia yang oleh sebagian kalangan merupakan usia yang tidak boleh untuk diajari membaca dan menulis. Karena mereka berpendapat bahwa hal ini akan menyebabkan efek negatif bagi anak. Teori inilah yang masih banyak berkembang di kalangan masyarakat.
Sebagian kalangan pendidik justru mengatakan yang sebaliknya, bahkan mereka menguatkannya dengan berbagai penelitian ilmiah yang telah dilakukan. Karena menurut mereka, pada usia 2 hingga 3 tahun anak-anak telah memiliki kemampuan untuk mengenal dan membedakan nama-nama benda. Sehingga menurut mereka tidak ada salahnya untuk memberikan sesuatu yang bermanfaat pada anak didik pada usia dini seperti pelajaran membaca dan menulis misalnya.
Hal yang jelas dan gamblang adalah melalui proses pembelajaran yang kontinue dan didukung dengan sistem kurikulum serta pengajar yang tangguh, insya Allah anak-anak pada usia pra sekolah akan mampu membaca, menulis dan menghafal dengan baik dan hal ini telah banyak dibuktikan oleh lembaga-lembaga pendidikan pra sekolah. Akan tetapi, hal ini tetap harus mempertimbangkan masa bermain yang masih melekat pada diri anak-anak usia pra sekolah.
Hal yang tidak boleh diabaikan dalam pendidikan usia pra sekolah adalah sistem pendidikan yang dipakai. Sistem pendidikan yang selama ini dipakai - kalau tidak boleh dikatakan semuanya – sebagian besar hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan intelegensinya. Hal inilah yang patut untuk disadari, bahwa semata kecerdasan dan kemampuan intelegensia tidak akan membawa kemaslahatan yang besar.
Maka sistem pendidikan yang benar adalah penggabungan antara kemampuan intelegensia dan kekuatan keyakinan yang tertanam di dada mereka serta diaplikasikan dalam keseharian mereka. Inilah yang kami sebut sebagai orientasi mendidik sepenuh hati dengan syar’i. melahirkan generasi islam yang mandiri cerdas kreatif dan bertaqwa. Yang dimaksud sepenuh hati adalah mendidik kesabaran, keuletan serta kasih saying, syar’i adalah melaksanakan kegiatan belajar mengajar selalu mengacu pada tata cara pendidikan dalam islam atau yang kami kenal dengan istilah mentauladani Rasulullah SAW. generasi islam adalah mereka dipersiapkan sebagai penerus perjuangan Rasulullah SAW. dan para shahabat. oleh karena itu, RA syaujan berupaya dengan maksimal untuk mendekatkan mereka dan membiasakan mereka berinteraksi sesama teman dalam suasana kehidupan islam. misalnya anak dibiasakan bertuturkata dengan kalimat toyyibah, saling mengingatkan diantara mereka ketika ada yang berbuat dan berkata yang tidak sopan. (kalimat istighfar sering kita dengarkan dari mulut mereka). Mandiri adalah anak memiliki kesadaran untuk bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri.. cerdas adalah anak yang mamapu memaksimalkan potensi kecerdasan yang terdapat pada dirinya. kreatif adalah anak dengan mudah menuangkan dan menemukan ide-ide nya. bertaqwa adalah selalu mengingat dan sadar bahwa setiap berbuatan kita dilihat oleh Allah SWT. dengan demikian anak tidak akan berani untuk berbuat yang tidak baik. motivasi anak adalah ingin menjadi anak yang dficintai Allah SWT. Rasul-Nya serta orang tuanya.
Karena beberapa alasan di atas itulah RA Terpadu Syaujan didirikan, dan perlu disadari bahwa pendirian RA Terpadu Syaujan ini tidak bisa tidak harus didukung oleh segenap lapisan masyarakat yang peduli dengan pendidikan putra-putri kaum muslimin dan demi masa depan Islam dan kaum muslimin yang lebih cemerlang. Oleh sebab itu kami mengundang dan mengajak kaum muslimin dan muhsinin untuk ikut memberikan sumbangsihnya untuk kelancaran pendirian dan pengelolaan ke depan RA Terpadu Syaujan ini.
Di antara yang patut untuk diperhatikan adalah bahwasanya motif dari pendirian RA Terpadu Syaujan ini adalah menyediakan pendidikan dasar yang berkualitas untuk putra-putri kaum muslimin dengan biaya yang terjangkau kalangan menengah ke atas dan menengah ke bawah (semua kalangan). Oleh karena itu dalam anggaran biaya yang insya Allah kami sertakan terdapat BOP (Bantuan Operasional Pendidikan) yang akan dialokasikan untuk mensubsidi biaya pendaftaran dan juga biaya pendidikan bulanan.
C. MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud disusunnya proposal ini adalah untuk memberikan gambaran dan informasi kepada kaum muslimin dan para donatur tentang RA Terpadu Syaujan ini.
Adapun tujuan dari pembuatan dan penyebaran proposal ini adalah :
1. agar kaum muslimin mengetahui besarnya kebutuhan dana yang diperlukan RA Terpadu Syaujan
2. memohon bantuan dana kepada para muhsinin /donatur yang secara ikhlas menafkahkan hartanya di jalan Allah.
D. BENTUK BANTUAN YANG DIHARAPKAN
Sebagai sebuah lembaga yang baru maka tentu saja diperlukan banyak sekali sokongan dari kaum muslimin, baik moril maupun material. Demikian pula RA Terpadu Syaujan tentu mengharapkan bantuan dari kaum muslimin semuanya. Di antara bentuk bantuan yang dapat diberikan adalah :
1. waqaf tanah / bangunan, karena RA Terpadu Syaujan ini masih membutuhkan gedung untuk sarana kegiatan belajar mengajar.
2. waqaf sarana / prasarana RA Terpadu Syaujan seperti meja, rak dan lain-lain sehingga nantinya bisa menghemat biaya operasional
3. bantuan berupa dana segar yang besarnya sebagaimana yang kami sertakan dalam anggaran biaya baik sebagian maupun keseluruhan
4. pemberian bantuan dana untuk BOP (Bantuan Operasional Pendidikan) baik insidental maupun rutin, yang nantinya oleh pihak RA Terpadu Syaujan akan dialokasikan kepada anak-anak yang kurang mampu
E. TUJUAN RA TERPADU SYAUJAN
1. Memberikan dasar-dasar kemampuan baca dan tulis.
2. Memberikan dasar-dasar kemampuan baca tulis serta hafalan Al-Qur’an (khususnya Juz ‘Amma)
3. Mendidik anak muslim sehingga memiliki dasar-dasar kepribadian Islam, penguasaan tsaqafah Islam dan siap melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
4. meningkatkan kreativitas anak dengan memberikan ketrampilan-ketrampilan dasar yang perlu dimiliki anak-anak.
5. Menggalang peran serta masyarakat dalam membina anak-anak.
F. MOTTO
Mendidik sepenuh hati dengan syar’i. melahirkan generasi islam yang mandiri cerdas kreatif dan bertaqwa.
G. SISTEM PENDIDIKAN
Sebagai lembaga pendidikan sebelum anak menginjak sekolah dasar, RA Terpadu Syaujan tidak hanya mempersiapkan kognitif (pengetahuan) anak, namun juga moral Islami, koordinasi fisik, kepekaan panca indera serta keterampilan sosial dan komunikasi.
Dengan kondisi belajar melalui bermain yang berorientasi pada kebutuhan anak, diharapkan tuntas perkembangannya sehingga anak siap dan percaya diri melangkah di sekolah dasar.Sebagai RA Terpadu, anak-anak RA Syaujan juga terbiasa berdoa, belajar membaca Al-Qur’an, menghafal surat pendek dan hadits, shalat jamaah, dan berahlak Islami.
untuk mencapai target dalam kegiatan belajar di RA TERPADU SYAUJAN, kami menggunakan metode belajar dengan sistem sentra. adapun sentra yang sudah kami buka adalah:
a. Sentra Agama
b. Sentra Persiapan
c. Sentra Bahan Alam
d. Sentra Seni Kreasi
H. JENJANG PENDIDIKAN
Jenjang pendidikan yang dilaksanakan selama dua tahun dan diperuntukan bagi anak-anak usia pra-sekolah (3 s.d 6 tahun) dan dilaksanakan secara full day (mulai pukul 08.00 – 13.00).
I. SUMBER DANA
Sumber dana untuk membiayai kegiatan ini diperoleh dari :
1. Infaq panitia pendirian RA TERPADU SYAUJAN
2. Infaq para aktivis dakwah
3. Sumbangan para donatur yang tidak mengikat
4. Sumber-sumber lain yang halal.
J. PENUTUP
Demikian proposal pembangunan RA TERPADU SYAUJAN ini kami sampaikan. Besar harapan kami agar program dan kegiatan yang kami rencanakan dapat terwujud dan dapat memberikan sumbangsihnya bagi kemajuan kaum muslimin. Atas segala bantuan dan kerja samanya kami mengucapkan Jazakumullahu khairan katsiran, semoga Allah membalasnya dengan balasan yang lebih baik dan menjadikan pemberat bagi timbangan amal kebaikan pada hari Kiamat.
Mudah-mudahan segala amal usaha yang kita lakukan mendapat ridha dari Allah dan petunjukNya. Shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada Rasulullah, keluarga, para shahabat dan orang-orang yang mengikutinya dengan baik hingga hari Kiamat.
Jakarta, 07 Februari 2010 M
14 Rabiul awal 1433 H
PANITIA PEMBANGUNAN
RAUDHOTUL ‘ATHFAL SYAUJAN
Ketua Sekretaris
Eko Zamroni,S.pdI Lenda Lestari, S.pd
SUSUNAN PANITIA
PEMBANGUNAN GEDUNG
RA SYAUJAN
1. KETUA : EKO ZAMRONI
2. SEKRETARIS : LENDA LESTARI
3. BENDAHARA : WARISEM (ketua komite)
4. SEKSI DANA:
a. H. Sukarjono
b. Suyati
c. kastin
d. eko zamroni
e. lenda lestari
f. ibu Zahra
g. zahwa
h. ibu Rani
i. ibu rifqi
- Kantor : Jl.Belly RT.008/06 No.55 Pekayon Pasar Rebo Jakarta Timur 13710
- Telp.021-87716558,Hp.08567632026, 082112728275
- E-mail : syauquljannah@ymail.com | http://syaujan.blogspot.com/
================================
Proposal
Nomor : 007/PAN-RAT “SYAUJAN”/II/2012
Lampiran : Satu bendel
Hal : Permohonan Sumbangan
Yang Terhormat
Bapak/Ibu/Sdr/i
Dermawan
Di
Tempat
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita sehingga pada saat ini kita masih dapat melaksanakan kegiatan dan aktifitas yang mudah-mudahan diridhoi oleh-Nya, Amin.
Para dermawan yang bahagia, kami Panitia pembangunan gedung Raudhotul ‘Athfal Terpadu SYAUJAN (RA TERPADU SYAUJAN) Pekayon – Jakarta Timur, dengan rasa rendah hati dan penuh rasa hormat mengharap keikhlasan para dermawan untuk menyisikan sebagaian rizki demi terwujudnya pembangunan gedung Raudhotul ‘Athfal Terpadu SYAUJAN (RA TERPADU SYAUJAN) Pekayon – Jakarta Timur. Bantuan berupa dana bisa ditransfer ke rek. BCA 1662600851 a.n eko zamroni. atau ke rek bank sesuai permintaan Bapak/Ibu /Saudara/i. insya Allah kami akan memenuihinya.
Demikian proposal ini kami buat, atas bantuan serta partisipasi para dermawan kami ucapkan terima kasih.
Billahi Fii Sabililhaq Fastabiqul Khairat
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Jakarta, 07 Februari 2010 M
14 Rabiul awal 1433 H
PANITIA PEMBANGUNAN
RAUDHOTUL ‘ATHFAL SYAUJAN
Ketua Sekretaris
Eko Zamroni,S.pdI Lenda Lestari, S.pd
PROPOSAL PEMBANGUNAN
RA TERPADU SYAUJAN
Segala puji bagi Allah, kami memujiNya, memohon pertolongan dan ampunanNya. Kita berlindung kepada Allah dari seluruh kejelekan dan keburukan amal-amal kami. Siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang sanggup menyesatkannya dan siapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang sanggup menyelamatkannya. Saya bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya. Amma ba’du:
A. LANDASAN
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :
وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَاماً
“Dan orang-orang yang beriman berkata : “ Wahai Tuhan kami, karuniakanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa” QS. Al-Furqon [25]: 74.
وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُواْ مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافاً خَافُواْ عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللّهَ وَلْيَقُولُواْ قَوْلاً سَدِيداً
“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar” QS. An-Nisaa’ [4]: 9.
B. LATAR BELAKANG
Anak yang berbakti kepada orang tua dan memiliki kemampuan baik diniyah (agama) maupun duniawi adalah harapan setiap orang tua kaum muslimin. Tentu untuk mendapatkan yang demikian tidaklah mudah, akan tetapi harus diusahakan dengan sungguh-sungguh disertai dengan permohonan kepada Allah SWT.
Harapan untuk mendapatkan anak yang memiliki sifat ideal ini hampir-hampir sulit diraih oleh kaum muslimin. Hal ini dikarenakan terdapat banyak hambatan, baik dari dalam maupun dari luar.
Hambatan yang berasal dari luar di antaranya adalah lingkungan yang tidak kondusif. Sebegitu ketatnya orang tua mengontrol anak apabila dia tidak memperhatikan lingkungannya maka tidak akan berarti apa-apa. Begitu banyak hal yang merusak kepribadian anak seperti tayangan TV, media elektronik dan cetak secara umum adalah di antara contohnya. Seorang anak yang selamat dari TV ketika dia membuka internet misalnya dia dapatkan hal yang buruk demikian pula ketika dia membuka majalah. Nas alullaha As-Salamah (kita memohon keselamatan kepada Allah).
Hambatan lain adalah biaya pendidikan secara umum yang kurang terjangkau oleh kalangan menengah ke bawah. Tidak dipungkiri bahwa untuk mendapatkan kualitas yang baik tentu memerlukan biaya yang besar. Hanya saja kalau semakin lama biaya pendidikan semakin tidak terjangkau oleh masyarakat tentu akan menimbulkan hal yang tidak baik dan akan terbukti kebenaran perkataan orang “Orang miskin dilarang sekolah”.
Oleh sebab itu perlu adanya pemikiran dan niat yang lurus untuk menyelesaikan masalah ini. Untuk masalah yang pertama yaitu situasi lingkungan yang banyak merusak maka di antara yang patut diperhatikan adalah membekali anak dengan tameng yang kuat. Yang dimaksud adalah aqidah Islam yang kuat dan akhlaq karimah / mulia. Harapannya adalah dengan sedini mungkin anak dibekali dengan hal ini maka mereka insya Allah masih dalam kondisi fitrah yang murni sehingga dalam menghadapi kerusakan-kerusakan lingkungan mereka sudah memiliki filter yang bisa melindunginya. inilah yang disebut kepribadian Islam.
Usia dini ( 4 sd. 6 tahun) merupakan usia yang oleh sebagian kalangan merupakan usia yang tidak boleh untuk diajari membaca dan menulis. Karena mereka berpendapat bahwa hal ini akan menyebabkan efek negatif bagi anak. Teori inilah yang masih banyak berkembang di kalangan masyarakat.
Sebagian kalangan pendidik justru mengatakan yang sebaliknya, bahkan mereka menguatkannya dengan berbagai penelitian ilmiah yang telah dilakukan. Karena menurut mereka, pada usia 2 hingga 3 tahun anak-anak telah memiliki kemampuan untuk mengenal dan membedakan nama-nama benda. Sehingga menurut mereka tidak ada salahnya untuk memberikan sesuatu yang bermanfaat pada anak didik pada usia dini seperti pelajaran membaca dan menulis misalnya.
Hal yang jelas dan gamblang adalah melalui proses pembelajaran yang kontinue dan didukung dengan sistem kurikulum serta pengajar yang tangguh, insya Allah anak-anak pada usia pra sekolah akan mampu membaca, menulis dan menghafal dengan baik dan hal ini telah banyak dibuktikan oleh lembaga-lembaga pendidikan pra sekolah. Akan tetapi, hal ini tetap harus mempertimbangkan masa bermain yang masih melekat pada diri anak-anak usia pra sekolah.
Hal yang tidak boleh diabaikan dalam pendidikan usia pra sekolah adalah sistem pendidikan yang dipakai. Sistem pendidikan yang selama ini dipakai - kalau tidak boleh dikatakan semuanya – sebagian besar hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan intelegensinya. Hal inilah yang patut untuk disadari, bahwa semata kecerdasan dan kemampuan intelegensia tidak akan membawa kemaslahatan yang besar.
Maka sistem pendidikan yang benar adalah penggabungan antara kemampuan intelegensia dan kekuatan keyakinan yang tertanam di dada mereka serta diaplikasikan dalam keseharian mereka. Inilah yang kami sebut sebagai orientasi mendidik sepenuh hati dengan syar’i. melahirkan generasi islam yang mandiri cerdas kreatif dan bertaqwa. Yang dimaksud sepenuh hati adalah mendidik kesabaran, keuletan serta kasih saying, syar’i adalah melaksanakan kegiatan belajar mengajar selalu mengacu pada tata cara pendidikan dalam islam atau yang kami kenal dengan istilah mentauladani Rasulullah SAW. generasi islam adalah mereka dipersiapkan sebagai penerus perjuangan Rasulullah SAW. dan para shahabat. oleh karena itu, RA syaujan berupaya dengan maksimal untuk mendekatkan mereka dan membiasakan mereka berinteraksi sesama teman dalam suasana kehidupan islam. misalnya anak dibiasakan bertuturkata dengan kalimat toyyibah, saling mengingatkan diantara mereka ketika ada yang berbuat dan berkata yang tidak sopan. (kalimat istighfar sering kita dengarkan dari mulut mereka). Mandiri adalah anak memiliki kesadaran untuk bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri.. cerdas adalah anak yang mamapu memaksimalkan potensi kecerdasan yang terdapat pada dirinya. kreatif adalah anak dengan mudah menuangkan dan menemukan ide-ide nya. bertaqwa adalah selalu mengingat dan sadar bahwa setiap berbuatan kita dilihat oleh Allah SWT. dengan demikian anak tidak akan berani untuk berbuat yang tidak baik. motivasi anak adalah ingin menjadi anak yang dficintai Allah SWT. Rasul-Nya serta orang tuanya.
Karena beberapa alasan di atas itulah RA Terpadu Syaujan didirikan, dan perlu disadari bahwa pendirian RA Terpadu Syaujan ini tidak bisa tidak harus didukung oleh segenap lapisan masyarakat yang peduli dengan pendidikan putra-putri kaum muslimin dan demi masa depan Islam dan kaum muslimin yang lebih cemerlang. Oleh sebab itu kami mengundang dan mengajak kaum muslimin dan muhsinin untuk ikut memberikan sumbangsihnya untuk kelancaran pendirian dan pengelolaan ke depan RA Terpadu Syaujan ini.
Di antara yang patut untuk diperhatikan adalah bahwasanya motif dari pendirian RA Terpadu Syaujan ini adalah menyediakan pendidikan dasar yang berkualitas untuk putra-putri kaum muslimin dengan biaya yang terjangkau kalangan menengah ke atas dan menengah ke bawah (semua kalangan). Oleh karena itu dalam anggaran biaya yang insya Allah kami sertakan terdapat BOP (Bantuan Operasional Pendidikan) yang akan dialokasikan untuk mensubsidi biaya pendaftaran dan juga biaya pendidikan bulanan.
C. MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud disusunnya proposal ini adalah untuk memberikan gambaran dan informasi kepada kaum muslimin dan para donatur tentang RA Terpadu Syaujan ini.
Adapun tujuan dari pembuatan dan penyebaran proposal ini adalah :
1. agar kaum muslimin mengetahui besarnya kebutuhan dana yang diperlukan RA Terpadu Syaujan
2. memohon bantuan dana kepada para muhsinin /donatur yang secara ikhlas menafkahkan hartanya di jalan Allah.
D. BENTUK BANTUAN YANG DIHARAPKAN
Sebagai sebuah lembaga yang baru maka tentu saja diperlukan banyak sekali sokongan dari kaum muslimin, baik moril maupun material. Demikian pula RA Terpadu Syaujan tentu mengharapkan bantuan dari kaum muslimin semuanya. Di antara bentuk bantuan yang dapat diberikan adalah :
1. waqaf tanah / bangunan, karena RA Terpadu Syaujan ini masih membutuhkan gedung untuk sarana kegiatan belajar mengajar.
2. waqaf sarana / prasarana RA Terpadu Syaujan seperti meja, rak dan lain-lain sehingga nantinya bisa menghemat biaya operasional
3. bantuan berupa dana segar yang besarnya sebagaimana yang kami sertakan dalam anggaran biaya baik sebagian maupun keseluruhan
4. pemberian bantuan dana untuk BOP (Bantuan Operasional Pendidikan) baik insidental maupun rutin, yang nantinya oleh pihak RA Terpadu Syaujan akan dialokasikan kepada anak-anak yang kurang mampu
E. TUJUAN RA TERPADU SYAUJAN
1. Memberikan dasar-dasar kemampuan baca dan tulis.
2. Memberikan dasar-dasar kemampuan baca tulis serta hafalan Al-Qur’an (khususnya Juz ‘Amma)
3. Mendidik anak muslim sehingga memiliki dasar-dasar kepribadian Islam, penguasaan tsaqafah Islam dan siap melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
4. meningkatkan kreativitas anak dengan memberikan ketrampilan-ketrampilan dasar yang perlu dimiliki anak-anak.
5. Menggalang peran serta masyarakat dalam membina anak-anak.
F. MOTTO
Mendidik sepenuh hati dengan syar’i. melahirkan generasi islam yang mandiri cerdas kreatif dan bertaqwa.
G. SISTEM PENDIDIKAN
Sebagai lembaga pendidikan sebelum anak menginjak sekolah dasar, RA Terpadu Syaujan tidak hanya mempersiapkan kognitif (pengetahuan) anak, namun juga moral Islami, koordinasi fisik, kepekaan panca indera serta keterampilan sosial dan komunikasi.
Dengan kondisi belajar melalui bermain yang berorientasi pada kebutuhan anak, diharapkan tuntas perkembangannya sehingga anak siap dan percaya diri melangkah di sekolah dasar.Sebagai RA Terpadu, anak-anak RA Syaujan juga terbiasa berdoa, belajar membaca Al-Qur’an, menghafal surat pendek dan hadits, shalat jamaah, dan berahlak Islami.
untuk mencapai target dalam kegiatan belajar di RA TERPADU SYAUJAN, kami menggunakan metode belajar dengan sistem sentra. adapun sentra yang sudah kami buka adalah:
a. Sentra Agama
b. Sentra Persiapan
c. Sentra Bahan Alam
d. Sentra Seni Kreasi
H. JENJANG PENDIDIKAN
Jenjang pendidikan yang dilaksanakan selama dua tahun dan diperuntukan bagi anak-anak usia pra-sekolah (3 s.d 6 tahun) dan dilaksanakan secara full day (mulai pukul 08.00 – 13.00).
I. SUMBER DANA
Sumber dana untuk membiayai kegiatan ini diperoleh dari :
1. Infaq panitia pendirian RA TERPADU SYAUJAN
2. Infaq para aktivis dakwah
3. Sumbangan para donatur yang tidak mengikat
4. Sumber-sumber lain yang halal.
J. PENUTUP
Demikian proposal pembangunan RA TERPADU SYAUJAN ini kami sampaikan. Besar harapan kami agar program dan kegiatan yang kami rencanakan dapat terwujud dan dapat memberikan sumbangsihnya bagi kemajuan kaum muslimin. Atas segala bantuan dan kerja samanya kami mengucapkan Jazakumullahu khairan katsiran, semoga Allah membalasnya dengan balasan yang lebih baik dan menjadikan pemberat bagi timbangan amal kebaikan pada hari Kiamat.
Mudah-mudahan segala amal usaha yang kita lakukan mendapat ridha dari Allah dan petunjukNya. Shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada Rasulullah, keluarga, para shahabat dan orang-orang yang mengikutinya dengan baik hingga hari Kiamat.
Jakarta, 07 Februari 2010 M
14 Rabiul awal 1433 H
PANITIA PEMBANGUNAN
RAUDHOTUL ‘ATHFAL SYAUJAN
Ketua Sekretaris
Eko Zamroni,S.pdI Lenda Lestari, S.pd
SUSUNAN PANITIA
PEMBANGUNAN GEDUNG
RA SYAUJAN
1. KETUA : EKO ZAMRONI
2. SEKRETARIS : LENDA LESTARI
3. BENDAHARA : WARISEM (ketua komite)
4. SEKSI DANA:
a. H. Sukarjono
b. Suyati
c. kastin
d. eko zamroni
e. lenda lestari
f. ibu Zahra
g. zahwa
h. ibu Rani
i. ibu rifqi
Minggu, 26 Februari 2012
ANAK KURANG KONSENTRASI
Jika Anak Susah Konsentrasi
N amanya anak, memang mudah beralih perhatiannya. Tapi tak berarti orang tua tak bisa meningkatkan konsentrasinya agar lebih baik.
"Aduh, anakku, kok, enggak bisa diam, sih! Baru duduk sebentar, sudah mau menonton Teletubbies . Teve baru dipasang, malah jalan-jalan. Jangan-jangan anak saya sulit berkonsentrasi," keluh seorang ibu.
Sulit konsentrasi, kata psikolog Dra. Rosemini A. Prianto, MPsi atau biasa dipanggil Romi, adalah bila tidak fokus dalam memperhatikan suatu hal atau perhatiannya terpecah dan mudah beralih. Jadi, untuk suatu pekerjaan, dia tidak bisa menuntaskannya. "Sedikit-sedikit, perhatiannya sudah berubah, tak memberi perhatian. Dan itu terjadi pada semua hal." Tapi kesimpulan bahwa seorang anak sulit konsentrasi, baru bisa didapat setelah dibandingkan dengan anak normal umumnya.
Hal senada dijelaskan dr. H. Irawan Mangunatmadja, SpA , dari Bagian Saraf Anak RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta. "Anak yang susah konsentrasi, biasanya memiliki gangguan atau kelainan. Misalnya saja, hiperaktif."
Masih Wajar
Kendati demikian, orang tua tetap tak bisa langsung menyimpulkan anaknya mengalami gangguan konsentrasi. Irawan mengingatkan, jika anak usia batita tampak tak bisa diam, seolah hiperaktif, mungkin sebenarnya normal. "Anak usia batita biasanya memang tak bisa diam. Masalahnya, ia memang sedang berada dalam fase eksplorasi. Maunya ke sana kemari, menjelajah. Itu masih wajar, kok." Kalau memang si anak tak mengalami kelainan semisal hiperaktif, lanjutnya, "Kalau disuruh diam, ya, dia akan diam."
Beda dengan anak berkelainan. Cirinya, kelewat aktif. "Anak yang hiperaktif malah sama sekali tak bisa konsentrasi pada semua hal. Beda dengan anak normal yang mungkin hanya pada hal-hal tertentu saja," papar Irawan lebih lanjut.
Baru di usia sekitar 4-5 tahun, jelas Romi dalam kesempatan terpisah, anak mampu berkonsentrasi. Sementara anak balita, "Kalau bisa konsentrasi 5 menit saja, secara umum dapat dikatakan konsentrasinya cukup baik." Bila lebih dari 5 menit, berarti si anak memang lebih dibanding rata-rata anak umumnya. Nah, jika si kecil berumur 5 tahun memegang sesuatu lalu sesaat kemudian sudah dilempar (benda apa saja), berarti ada sesuatu dengan diri si anak.
Faktor Penyebab
Menurut Romi, penyebab sulit konsentrasi pada anak bisa karena faktor lingkungan, tapi bisa juga karena ada masalah dalam dirinya. Dengan kata lain, ada faktor eksternal dan internal. Untuk faktor lingkungan, misalnya, anak diberi tugas menggambar. Pada saat yang bersamaan, ia mendengar suara ramai dan itu lebih menarik perhatiannya sehingga tugasnya pun diabaikan. "Lingkungan mempengaruhi konsentrasinya," jelas Romi. Sedangkan faktor internal antara lain adanya gangguan perkembangan otak, sehingga anak cenderung jadi hiperaktif. "Ada kaitannya dengan hormon.
Kalau hiperaktif, maka hormon yang dihasilkan lebih banyak. Kalau anaknya lamban, maka neurotransmitter-nya kurang." Konsentrasi atau perhatian, papar Irawan, biasanya berada di otak daerah frontal (depan) dan parientalis (samping).Nah, gangguan di daerah ini bisa menyebabkan kurang atensi atau perhatian. "Jadi, karena sistem di otak dalam memformulasikan fungsi-fungsi aktivitas, seperti penglihatan, pendengaran, motorik, dan lainnya, di seluruh jaringan otak itu terganggu, maka anak tidak dapat berkonsentrasi karena input yang masuk ke otak terganggu. Akibatnya, stimulasinya pun tak bagus," jelas Irawan. Gangguan ini bukan merupakan bawaan melainkan didapat, semisal karena terkena infeksi otak.
Pengobatan dan Terapi
Selain faktor eksternal dan internal, papar Romi, faktor psikologis pun turut berperan. Umpamanya, anak mendapatkan suasana di "sekolah" yang berbeda dengan suasana di rumah. Anak kaget, misalnya karena punya teman yang lebih berani. Ketakutan dan kekhawatiran si anak membuatnya sulit untuk konsentrasi. Akibatnya, konsentrasi di kelas untuk menerima pelajaran jadi berkurang. "Jadi, ini karena pengaruh masalah kepribadian atau sosialisasi."
Karena itulah, lanjut Romi, penyebab sulit berkonsentrasi harus dicari lebih dulu. "Selanjutnya, orang tua dapat membantu misalnya dengan mengeliminir lingkungan sedemikian rupa agar anak bisa fokus atau memusatkan perhatiannya." Di usia sekolah, di mana rentang konsentrasi-nya sudah lebih panjang, anak tidak terlalu bermasalah. "Kecuali jika ia memang punya kelainan."
Untuk anak hiperaktif, bisa diberi terapi obat, terapi perilaku, dan lainnya. "Biasanya pengobatannya jangka panjang. Umumnya, kalau sudah diberi obat, hiperaktifnya berkurang. Untuk yang konsentrasinya lambat, ditingkatkan konsentrasinya. Kecuali kalau kerusakannya parah, perbaikan atau pengobatannya makan waktu lama," tambah Irawan.
N amanya anak, memang mudah beralih perhatiannya. Tapi tak berarti orang tua tak bisa meningkatkan konsentrasinya agar lebih baik.
"Aduh, anakku, kok, enggak bisa diam, sih! Baru duduk sebentar, sudah mau menonton Teletubbies . Teve baru dipasang, malah jalan-jalan. Jangan-jangan anak saya sulit berkonsentrasi," keluh seorang ibu.
Sulit konsentrasi, kata psikolog Dra. Rosemini A. Prianto, MPsi atau biasa dipanggil Romi, adalah bila tidak fokus dalam memperhatikan suatu hal atau perhatiannya terpecah dan mudah beralih. Jadi, untuk suatu pekerjaan, dia tidak bisa menuntaskannya. "Sedikit-sedikit, perhatiannya sudah berubah, tak memberi perhatian. Dan itu terjadi pada semua hal." Tapi kesimpulan bahwa seorang anak sulit konsentrasi, baru bisa didapat setelah dibandingkan dengan anak normal umumnya.
Hal senada dijelaskan dr. H. Irawan Mangunatmadja, SpA , dari Bagian Saraf Anak RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta. "Anak yang susah konsentrasi, biasanya memiliki gangguan atau kelainan. Misalnya saja, hiperaktif."
Masih Wajar
Kendati demikian, orang tua tetap tak bisa langsung menyimpulkan anaknya mengalami gangguan konsentrasi. Irawan mengingatkan, jika anak usia batita tampak tak bisa diam, seolah hiperaktif, mungkin sebenarnya normal. "Anak usia batita biasanya memang tak bisa diam. Masalahnya, ia memang sedang berada dalam fase eksplorasi. Maunya ke sana kemari, menjelajah. Itu masih wajar, kok." Kalau memang si anak tak mengalami kelainan semisal hiperaktif, lanjutnya, "Kalau disuruh diam, ya, dia akan diam."
Beda dengan anak berkelainan. Cirinya, kelewat aktif. "Anak yang hiperaktif malah sama sekali tak bisa konsentrasi pada semua hal. Beda dengan anak normal yang mungkin hanya pada hal-hal tertentu saja," papar Irawan lebih lanjut.
Baru di usia sekitar 4-5 tahun, jelas Romi dalam kesempatan terpisah, anak mampu berkonsentrasi. Sementara anak balita, "Kalau bisa konsentrasi 5 menit saja, secara umum dapat dikatakan konsentrasinya cukup baik." Bila lebih dari 5 menit, berarti si anak memang lebih dibanding rata-rata anak umumnya. Nah, jika si kecil berumur 5 tahun memegang sesuatu lalu sesaat kemudian sudah dilempar (benda apa saja), berarti ada sesuatu dengan diri si anak.
Faktor Penyebab
Menurut Romi, penyebab sulit konsentrasi pada anak bisa karena faktor lingkungan, tapi bisa juga karena ada masalah dalam dirinya. Dengan kata lain, ada faktor eksternal dan internal. Untuk faktor lingkungan, misalnya, anak diberi tugas menggambar. Pada saat yang bersamaan, ia mendengar suara ramai dan itu lebih menarik perhatiannya sehingga tugasnya pun diabaikan. "Lingkungan mempengaruhi konsentrasinya," jelas Romi. Sedangkan faktor internal antara lain adanya gangguan perkembangan otak, sehingga anak cenderung jadi hiperaktif. "Ada kaitannya dengan hormon.
Kalau hiperaktif, maka hormon yang dihasilkan lebih banyak. Kalau anaknya lamban, maka neurotransmitter-nya kurang." Konsentrasi atau perhatian, papar Irawan, biasanya berada di otak daerah frontal (depan) dan parientalis (samping).Nah, gangguan di daerah ini bisa menyebabkan kurang atensi atau perhatian. "Jadi, karena sistem di otak dalam memformulasikan fungsi-fungsi aktivitas, seperti penglihatan, pendengaran, motorik, dan lainnya, di seluruh jaringan otak itu terganggu, maka anak tidak dapat berkonsentrasi karena input yang masuk ke otak terganggu. Akibatnya, stimulasinya pun tak bagus," jelas Irawan. Gangguan ini bukan merupakan bawaan melainkan didapat, semisal karena terkena infeksi otak.
Pengobatan dan Terapi
Selain faktor eksternal dan internal, papar Romi, faktor psikologis pun turut berperan. Umpamanya, anak mendapatkan suasana di "sekolah" yang berbeda dengan suasana di rumah. Anak kaget, misalnya karena punya teman yang lebih berani. Ketakutan dan kekhawatiran si anak membuatnya sulit untuk konsentrasi. Akibatnya, konsentrasi di kelas untuk menerima pelajaran jadi berkurang. "Jadi, ini karena pengaruh masalah kepribadian atau sosialisasi."
Karena itulah, lanjut Romi, penyebab sulit berkonsentrasi harus dicari lebih dulu. "Selanjutnya, orang tua dapat membantu misalnya dengan mengeliminir lingkungan sedemikian rupa agar anak bisa fokus atau memusatkan perhatiannya." Di usia sekolah, di mana rentang konsentrasi-nya sudah lebih panjang, anak tidak terlalu bermasalah. "Kecuali jika ia memang punya kelainan."
Untuk anak hiperaktif, bisa diberi terapi obat, terapi perilaku, dan lainnya. "Biasanya pengobatannya jangka panjang. Umumnya, kalau sudah diberi obat, hiperaktifnya berkurang. Untuk yang konsentrasinya lambat, ditingkatkan konsentrasinya. Kecuali kalau kerusakannya parah, perbaikan atau pengobatannya makan waktu lama," tambah Irawan.
Jumat, 24 Februari 2012
KEGIATAN YANG HARUS DILAKUKAN ANAK DI USIA DINI
BEBERAPA AKTIVITAS YANG HARUS DILAKUKAN ANAK
SEBELUM MASUK SD
1. Menggambar
Kegiatan coret mencoret adalah bagian dari perkembangan motorik anak dan anak sangat menyenangi kegiatan ini, sehingga dengan dorongan guru dan kesempatan yang diberikan anak akan termotivasi membuat gambar.
Kegiatan menggambar merupakan salah satu cara manusia mengekspresikan pikiran-pikiran atau perasaan-perasaanya. Dengan kata lain, gambar merupakan salah satu cara manusia mengekspersikan pikiran-pikiran atau perasaan-perasaannya. Dengan kata lain, gambar merupakan salah satu bentuk bahasa.Ada 3 tahap perkembangan anak yang dapat dilihat berdasarkan hasil gambar dan cara anak menggambar:
Pertama, tahap mencoret sembarangan. Tahap ini biasanya terjadi pada usia 2-3 tahun. Pada tahap ini anak belum bisa mengendalikan aktivitas motoriknya sehingga coretan yang dibuat masih berupa goresan-goresan tidak menentu seperti benang kusut.Tahap kedua, juga pada usia 2-3 tahun, adalah tahap mencoret terkendali. Pada tahap ini anak mulai menyadari adanya hubungan antara gerakan tangan dengan hasil goresannya. Maka berubahlah goresan menjadi garis panjang, kemudian lingkaran-lingkaran.
Tahap ketiga, pada anak usia 3 ½ – 4 tahun, pergelangan tangan anak sudah lebih luwes. Mereka sudah mahir menguasai gerakan tangan sehingga hasil goresannyapun sudah lebihTujuan menggambar bagi anak :
1. Mengembangkan kebiasaan pada anak untuk mengekspresikan diri
2. Mengembangkan daya kreativitas
3. Mengembangkan kemampuan berbahasa
4. Mengembangkan citra diri anak
2. Finger Painting (Lukisan Jari)
Pada kesempatan kali ini, kita akan mempelajari salah satu kegiatan di area seni yaitu kegiatan melukis dengan jari tangan atau bisa dikenal dengan nama finger painting.
Tujuan dari kegiatan ini adalah :
- Dapat melatih motorik halus pada anak yang melibatkan gerak otot-otot
kecil dan kematangan syaraf.
- Mengenal konsep warna primer (merah, kuning, biru). Dari warna-warna yang terang kita dapat mengetahui kondisi emosi anak, kegembiraan dan kondisi-kondisi emosi mereka.
- Mengenalkan konsep pencampuran warna primer, sehingga menjadi warna yang sekunder dan tersier.
- Mengendalkan estetika keindahan warna.
- Melatih imajinasi dan kreatifitas anak.
Ada beberapa metode atau cara dalam kegiatan finger painting :
• Menggunakan teknik basah (kertas dibasahi dulu)
• Menggunakan teknik kering (kertas tidak perlu dibasahi)
3. Melukis
Salah satu kebahagiaan terbesar dari pelukis bukan hanya kesenangan tetapi juga mendapatkan berbagai banyak pengalaman dengan anak-anak selagi mereka belajar melukis. Pelajaran melukis dapat diawali oleh anak yang berusia 4-6 tahun atau usia TK. Media yang digunakan untuk melukis pada anak usia dini biasanya cat air, cat minyak, finger painting, dan lain-lain.
Dalam pembelajaran melukis anak-anak biasanya belajar sambil bercakap-cakap dengan temannya. Percakapan pertama mereka kebanyakan adalah tentang warna-warna yang mereka peroleh. Sambil bereksperimen dengan mencampurkan warna-warna, anak-anak itu bermain, bermain elemen seni ini dengan cara yang santai. Hal ini menjaga agar kuas dan semangat mereka tetap bekerja. Ini akan membuat mereka mengekspresikan sesuatu yang bersifat pribadi dalam lukisan.Berbeda dengan anak usia 7 dan 8 tahun, cirikhas kelompok umur mereka adalah dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berhubu-ngan dengan hidup mereka sendiri. Anak-anak membuat lukisan tentang suasana hati, baik yang muram, sendu atau bersemangat dan lucu. Biasanya suasana hati mereka disampaikan oleh warna. Mereka belajar bagaimana warna pelengkap dan sejalan dapat membantu mengungkapkanide-ide.
4. Kolase
Kolase dalam pengertian yang paling sederhana adalah penyusunan berbagai macam bahan pada sehelai kertas yang diatur. Anak-anak di kelasbiasanya memilih dan mengatur potongan bentuk dari kertas, kain, bahan-bahan berstektur, lalu meletakkannya di tempat yang mereka suka. Sebagai bagian dari pengalaman mereka dapat membuat keputusan sendiri tentang penggunaan warna, ukuran dan bentuk.
Ada beberapa macam kolase yaitu:
• Kolase dengan kertas dan kain
• Kolase dengan tekstur
5. Mencetak
Mencetak dapat dilakukan anak diberbagai usia, dimulai dari anak berusia 5 tahun. Kadang-kadang seorang anak kecil akan menemukan idenya sendiri. Entah bagaimana dengan cara apa seorang anak berusia 5 tahun dalam pembelajaran mencetak anak menemukan bahwa menepukkan spons yang sudah diberi warna di atas menghasilkan rangkaian pola yang berulang-ulang (perihal mencetak, merupakan suatu kemungkinan yang menakjubkan untuk mengulanginya). Mencetak yang formal membuthkan pelat atau stempel. Stempel tersebut
memuat gambar-gambar yang diukir atau ditimbulkan, yang diberi tinta dan kemudian dipindahkan ke kertas. Stempel cetak yang paling sederhana terbuat dari Styrofoam. Selain murah juga tidak berbahaya bagi anak didik kita.
Untuk anak-anak usia 5 tahun dan 6 tahun, penting khususnya untuk menyuruh mereka mencetak dihari yang sama. Dengan cara ini mereka sungguh-sungguh memahami prosesnya. Semua anak menikmati mengeksplorasi efek-efek yang dihasilkan tekstur ini ketika pelatnya dicetak.
6. Menjiplak
Sebelum membuat cetakan apapun, anak-anak dapat menggunakannya untuk menjiplak. Mereka cukup menempatkan sehelai kertas putih diatas permukaan pelat dan dengan krayon, menggosok-gosokannya bahkan dengan keras untuk mendapatkan gambarannya. Anak-anak merasa teknik menjiplak cukup mengagumkan dan menggunakannya dengan banyak cara.
Koin-koin biasanya adalah favorit mereka. Koin adalah bahan yang sederhana dan mudah sekali didapat. Mereka dapat dengan mudah membuat banyak jiplakan yang berbeda dari obyek-obyek yang ditemukan di sekolah. Ini merupakan cara yang bagus untuk membuat anak-anak peka pada dunia sekitar mereka.
7. Membentuk
Arti kata membentuk dapat dimaksudkan sebagai mengubah, membangun dan mewujudkan. Membentuk dalam kaitan kegiatan seni rupa adalah terjemahan dari kata dalam bahasa Belanda “boetseren” atau bahasa Inggris “modeling”. Umumnya bahan yang dipergunakan untuk kegiatan membentuk adalah bahan-bahan lunak seperti tanah liat, plastisin, malam lilin, playdog dan sejenisnya. Tetapi dalam pengembangannya, selama tidak
mengingkari maksud dari arti kata membentuk tadi, dapat dipergunakan bahan-bahan lain seperti kertas, karton atau bahan-bahan lembaran yang sekiranya dapat dibentuk.
Bahan yang tidak pernah cukup bagi mereka adalah tanah liat. Mereka tidak bosan dengan bahan yang lengket, basah dan bisa dibentuk sesuai keinginan mereka. Anak-anak akan menghabiskan hari mereka dengan tanah liat. Mereka suka menyentuh tanah liat, untuk merasakan sensualitasnya.
SEBELUM MASUK SD
1. Menggambar
Kegiatan coret mencoret adalah bagian dari perkembangan motorik anak dan anak sangat menyenangi kegiatan ini, sehingga dengan dorongan guru dan kesempatan yang diberikan anak akan termotivasi membuat gambar.
Kegiatan menggambar merupakan salah satu cara manusia mengekspresikan pikiran-pikiran atau perasaan-perasaanya. Dengan kata lain, gambar merupakan salah satu cara manusia mengekspersikan pikiran-pikiran atau perasaan-perasaannya. Dengan kata lain, gambar merupakan salah satu bentuk bahasa.Ada 3 tahap perkembangan anak yang dapat dilihat berdasarkan hasil gambar dan cara anak menggambar:
Pertama, tahap mencoret sembarangan. Tahap ini biasanya terjadi pada usia 2-3 tahun. Pada tahap ini anak belum bisa mengendalikan aktivitas motoriknya sehingga coretan yang dibuat masih berupa goresan-goresan tidak menentu seperti benang kusut.Tahap kedua, juga pada usia 2-3 tahun, adalah tahap mencoret terkendali. Pada tahap ini anak mulai menyadari adanya hubungan antara gerakan tangan dengan hasil goresannya. Maka berubahlah goresan menjadi garis panjang, kemudian lingkaran-lingkaran.
Tahap ketiga, pada anak usia 3 ½ – 4 tahun, pergelangan tangan anak sudah lebih luwes. Mereka sudah mahir menguasai gerakan tangan sehingga hasil goresannyapun sudah lebihTujuan menggambar bagi anak :
1. Mengembangkan kebiasaan pada anak untuk mengekspresikan diri
2. Mengembangkan daya kreativitas
3. Mengembangkan kemampuan berbahasa
4. Mengembangkan citra diri anak
2. Finger Painting (Lukisan Jari)
Pada kesempatan kali ini, kita akan mempelajari salah satu kegiatan di area seni yaitu kegiatan melukis dengan jari tangan atau bisa dikenal dengan nama finger painting.
Tujuan dari kegiatan ini adalah :
- Dapat melatih motorik halus pada anak yang melibatkan gerak otot-otot
kecil dan kematangan syaraf.
- Mengenal konsep warna primer (merah, kuning, biru). Dari warna-warna yang terang kita dapat mengetahui kondisi emosi anak, kegembiraan dan kondisi-kondisi emosi mereka.
- Mengenalkan konsep pencampuran warna primer, sehingga menjadi warna yang sekunder dan tersier.
- Mengendalkan estetika keindahan warna.
- Melatih imajinasi dan kreatifitas anak.
Ada beberapa metode atau cara dalam kegiatan finger painting :
• Menggunakan teknik basah (kertas dibasahi dulu)
• Menggunakan teknik kering (kertas tidak perlu dibasahi)
3. Melukis
Salah satu kebahagiaan terbesar dari pelukis bukan hanya kesenangan tetapi juga mendapatkan berbagai banyak pengalaman dengan anak-anak selagi mereka belajar melukis. Pelajaran melukis dapat diawali oleh anak yang berusia 4-6 tahun atau usia TK. Media yang digunakan untuk melukis pada anak usia dini biasanya cat air, cat minyak, finger painting, dan lain-lain.
Dalam pembelajaran melukis anak-anak biasanya belajar sambil bercakap-cakap dengan temannya. Percakapan pertama mereka kebanyakan adalah tentang warna-warna yang mereka peroleh. Sambil bereksperimen dengan mencampurkan warna-warna, anak-anak itu bermain, bermain elemen seni ini dengan cara yang santai. Hal ini menjaga agar kuas dan semangat mereka tetap bekerja. Ini akan membuat mereka mengekspresikan sesuatu yang bersifat pribadi dalam lukisan.Berbeda dengan anak usia 7 dan 8 tahun, cirikhas kelompok umur mereka adalah dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berhubu-ngan dengan hidup mereka sendiri. Anak-anak membuat lukisan tentang suasana hati, baik yang muram, sendu atau bersemangat dan lucu. Biasanya suasana hati mereka disampaikan oleh warna. Mereka belajar bagaimana warna pelengkap dan sejalan dapat membantu mengungkapkanide-ide.
4. Kolase
Kolase dalam pengertian yang paling sederhana adalah penyusunan berbagai macam bahan pada sehelai kertas yang diatur. Anak-anak di kelasbiasanya memilih dan mengatur potongan bentuk dari kertas, kain, bahan-bahan berstektur, lalu meletakkannya di tempat yang mereka suka. Sebagai bagian dari pengalaman mereka dapat membuat keputusan sendiri tentang penggunaan warna, ukuran dan bentuk.
Ada beberapa macam kolase yaitu:
• Kolase dengan kertas dan kain
• Kolase dengan tekstur
5. Mencetak
Mencetak dapat dilakukan anak diberbagai usia, dimulai dari anak berusia 5 tahun. Kadang-kadang seorang anak kecil akan menemukan idenya sendiri. Entah bagaimana dengan cara apa seorang anak berusia 5 tahun dalam pembelajaran mencetak anak menemukan bahwa menepukkan spons yang sudah diberi warna di atas menghasilkan rangkaian pola yang berulang-ulang (perihal mencetak, merupakan suatu kemungkinan yang menakjubkan untuk mengulanginya). Mencetak yang formal membuthkan pelat atau stempel. Stempel tersebut
memuat gambar-gambar yang diukir atau ditimbulkan, yang diberi tinta dan kemudian dipindahkan ke kertas. Stempel cetak yang paling sederhana terbuat dari Styrofoam. Selain murah juga tidak berbahaya bagi anak didik kita.
Untuk anak-anak usia 5 tahun dan 6 tahun, penting khususnya untuk menyuruh mereka mencetak dihari yang sama. Dengan cara ini mereka sungguh-sungguh memahami prosesnya. Semua anak menikmati mengeksplorasi efek-efek yang dihasilkan tekstur ini ketika pelatnya dicetak.
6. Menjiplak
Sebelum membuat cetakan apapun, anak-anak dapat menggunakannya untuk menjiplak. Mereka cukup menempatkan sehelai kertas putih diatas permukaan pelat dan dengan krayon, menggosok-gosokannya bahkan dengan keras untuk mendapatkan gambarannya. Anak-anak merasa teknik menjiplak cukup mengagumkan dan menggunakannya dengan banyak cara.
Koin-koin biasanya adalah favorit mereka. Koin adalah bahan yang sederhana dan mudah sekali didapat. Mereka dapat dengan mudah membuat banyak jiplakan yang berbeda dari obyek-obyek yang ditemukan di sekolah. Ini merupakan cara yang bagus untuk membuat anak-anak peka pada dunia sekitar mereka.
7. Membentuk
Arti kata membentuk dapat dimaksudkan sebagai mengubah, membangun dan mewujudkan. Membentuk dalam kaitan kegiatan seni rupa adalah terjemahan dari kata dalam bahasa Belanda “boetseren” atau bahasa Inggris “modeling”. Umumnya bahan yang dipergunakan untuk kegiatan membentuk adalah bahan-bahan lunak seperti tanah liat, plastisin, malam lilin, playdog dan sejenisnya. Tetapi dalam pengembangannya, selama tidak
mengingkari maksud dari arti kata membentuk tadi, dapat dipergunakan bahan-bahan lain seperti kertas, karton atau bahan-bahan lembaran yang sekiranya dapat dibentuk.
Bahan yang tidak pernah cukup bagi mereka adalah tanah liat. Mereka tidak bosan dengan bahan yang lengket, basah dan bisa dibentuk sesuai keinginan mereka. Anak-anak akan menghabiskan hari mereka dengan tanah liat. Mereka suka menyentuh tanah liat, untuk merasakan sensualitasnya.
Langganan:
Postingan (Atom)
